Review Film Oldboy. Akhir November 2025, Oldboy versi asli karya Park Chan-wook kembali trending setelah versi 4K remaster dirilis secara global dan masuk beberapa daftar “film terbaik abad 21”. Dirilis tahun 2003, film ini masih jadi benchmark bagi thriller psikologis dan revenge story yang berani. Dengan twist yang sampai sekarang sering disebut “paling brutal dalam sejarah sinema”, Oldboy bukan cuma film—ia pengalaman yang mengguncang dan meninggalkan bekas permanen. Kalau kamu belum nonton dan takut spoiler, berhenti baca sekarang. Kalau sudah, mari kita ngobrol lagi soal kenapa film ini tetap raja setelah 22 tahun. MAKNA LAGU
Plot yang Membuat Otak Terbelah Dua: Review Film Oldboy
Oh Dae-su, pria biasa yang mabuk dan ceroboh, tiba-tiba diculik dan dikurung di kamar tertutup selama 15 tahun tanpa tahu alasannya. Tak ada jendela, hanya TV dan dumpling goreng setiap hari. Ketika akhirnya dilepas, ia diberi waktu lima hari untuk cari tahu siapa dan mengapa. Perjalanan balas dendamnya penuh kekerasan, cinta terlarang, dan rahasia keluarga yang lebih gelap dari neraka. Twist di menit-menit terakhir—yang tak akan kusebut di sini—membuat penonton terdiam total di bioskop, banyak yang keluar dengan wajah pucat. Park Chan-wook bilang ia ingin penonton “merasa bersalah karena menikmati kekerasan”. Misi berhasil, bahkan terlalu berhasil.
Adegan dan Gaya Visual yang Ikonik: Review Film Oldboy
Siapa yang bisa lupa koridor one-take dengan palu? Choi Min-sik lawan belasan orang dalam satu shot panjang tanpa cut, penuh darah dan keringat nyata—ia benar-benar latihan berbulan-bulan dan turun 20 kg untuk peran ini. Ada pula adegan makan gurita hidup yang bikin penonton barat menjerit, atau close-up hypnosis yang terasa seperti masuk ke alam bawah sadar. Warna hijau-merah dominan, pencahayaan dramatis, dan sudut kamera miring jadi ciri khas Park. Setiap frame terasa seperti lukisan hidup yang benci tapi tak bisa berhenti dilihat.
Akting dan Dampak Psikologis
Choi Min-sik memberikan salah satu penampilan terbaik sepanjang masa: dari pria mabuk jadi binatang buas, lalu jadi manusia yang hancur total. Yu Ji-tae sebagai penutup rahasia punya aura dingin yang bikin bulu kuduk berdiri. Kim Byeong-ok sebagai sipir dan Oh Dal-su sebagai teman lama juga mencuri adegan. Film ini memenangkan Grand Prix di Cannes 2004, dan Quentin Tarantino (ketua juri waktu itu) sampai bilang “ini film yang akan kuingat sampai mati”. Dampaknya besar: banyak penonton mengaku tak bisa tidur seminggu, tapi tetap merekomendasikan ke teman. Itulah kekuatan Oldboy—ia menyiksa, tapi kamu ingin orang lain juga merasakan siksaan yang sama.
Kesimpulan
Oldboy bukan film untuk semua orang, tapi kalau kamu tahan dengan kekerasan fisik dan mental, ia akan mengubah cara kamu melihat sinema. Di akhir 2025, ketika revenge story masih banjir di layar, Oldboy tetap tak tertandingi karena keberaniannya menyelam ke kegelapan terdalam manusia tanpa memberi ampun. Ia bukan sekadar thriller—ia cermin buruk yang dipaksa kita tatap. Nonton sekali, ingat selamanya. Dan kalau kamu sudah nonton, sekali lagi: maaf atas trauma yang tak pernah benar-benar hilang. Itulah harga tiketnya.