Review Film Attack on Titan The Movie: Final Chapter Bagian 2

review-film-attack-on-titan-the-movie-final-chapter-bagian-2

Review Film Attack on Titan The Movie: Final Chapter Bagian 2. Attack on Titan The Movie: The Final Chapters Bagian 2 (atau lebih dikenal sebagai Shingeki no Kyojin The Final Season Kanketsu-hen) yang resmi rilis bioskop pada November 2024 masih menjadi salah satu penutup anime paling dibicarakan hingga awal 2026. Film penutup ini menyatukan episode akhir musim terakhir dalam format bioskop berdurasi 85 menit, menyelesaikan kisah Eren Yeager, Mikasa Ackerman, Armin Arlert, dan pertempuran terakhir melawan dunia. Dengan animasi ufotable yang memukau, musik Hiroyuki Sawano yang epik, dan akhir cerita yang sangat emosional, film ini berhasil meraup lebih dari US$180 juta secara global (termasuk penayangan ulang) dan mendapat rating penonton rata-rata 4,9/5 di platform lokal. Banyak penggemar menyebutnya sebagai salah satu penutup anime paling memuaskan sepanjang masa. Pertanyaannya: apakah bagian kedua ini benar-benar penutup epik yang layak, atau terasa terlalu padat dan emosional berlebihan? INFO PROPERTI

Visual dan Animasi yang Puncak Film Attack on Titan The Movie: Review Film Attack on Titan The Movie: Final Chapter Bagian 2

ufotable menunjukkan level tertinggi mereka dalam film ini. Adegan pertempuran akhir melawan Founding Titan dan Colossal Titans terasa sangat megah—gerakan Eren dalam bentuk Founding Titan, ledakan Rumbling, dan serangan gabungan dari Aliansi terlihat sangat detail dan dinamis. Penggunaan warna merah darah kontras dengan abu-abu kehancuran membuat setiap frame terasa dramatis. Adegan “Paths” dan momen di dunia alternatif (khususnya bagian Mikasa dan Eren) dibuat dengan keindahan yang hampir sinematik—transisi antara dunia nyata dan ilusi terasa mulus dan penuh makna. Musik Hiroyuki Sawano dan Kohta Yamamoto kembali dengan tema “Ashes on The Fire” versi baru dan “Zero Eclipse” yang menghantui, memperkuat rasa epik dan tragis sepanjang film.

Performa Pengisi Suara dan Emosi Karakter: Review Film Attack on Titan The Movie: Final Chapter Bagian 2

Yuki Kaji sebagai Eren Yeager memberikan penampilan paling emosional sepanjang seri—suara Eren yang bergetar saat menyadari konsekuensi Rumbling dan saat ia berbicara dengan Mikasa di akhir terasa sangat menyakitkan. Yui Ishikawa sebagai Mikasa juga tampil luar biasa—momen “See you later, Eren” dan adegan akhirnya menjadi salah satu yang paling mengharukan dalam sejarah anime. Hiroshi Kamiya sebagai Levi, Marina Inoue sebagai Armin, dan Yu Shimamura sebagai Annie juga memberikan penampilan terbaik mereka—pengorbanan dan perjuangan mereka terasa sangat nyata. Secara keseluruhan, pengisi suara berhasil membawa rasa penutupan yang sangat emosional bagi karakter-karakter yang sudah menemani penggemar selama satu dekade.

Kelemahan Pacing dan Adaptasi

Meski sangat epik, film ini punya kelemahan di pacing yang terasa terlalu padat. Karena mencoba merangkum babak akhir manga dalam 85 menit bioskop, beberapa momen terasa terburu-buru—terutama bagian penjelasan tentang Ymir dan Paths. Banyak penggemar manga merasa beberapa adegan emosional penting dipotong atau dipercepat, membuat dampaknya kurang kuat dibanding manga. Endingnya juga sangat terbuka dan filosofis—bagi sebagian penonton terasa sangat memuaskan dan penuh makna, tapi bagi yang lain terasa kurang jelas dan terlalu abstrak. Dibandingkan Mugen Train yang sangat dinamis, film ini lebih lambat dan lebih fokus pada emosi serta refleksi—bagi sebagian ini terasa lebih matang, tapi bagi yang mencari aksi nonstop, bisa terasa kurang greget.

Respon Penonton dan Dampak

Penonton Indonesia menyambut sangat emosional—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak sesi midnight yang penuh dan penonton yang keluar bioskop sambil menangis atau saling cerita momen paling menyentuh. Box office domestik melewati 2,5 juta penonton, sementara global US$180 juta menunjukkan sukses komersial yang luar biasa untuk film anime panjang. Di media sosial, klip adegan akhir Eren-Mikasa dan monolog Armin jadi viral. Film ini juga berhasil membuka diskusi besar soal siklus kekerasan, pengorbanan, dan makna kebebasan. Banyak yang bilang ini penutup yang layak untuk salah satu seri anime paling berpengaruh sepanjang masa.

Kesimpulan

Attack on Titan The Final Chapters Bagian 2 adalah penutup yang berhasil jadi sangat epik, emosional, dan penuh makna. Animasi ufotable yang memukau, performa suara cast yang luar biasa, dan cerita pengorbanan yang menyentuh membuat film ini layak disebut salah satu akhir seri anime terbaik sepanjang masa. Meski pacing agak padat dan ending sangat terbuka, film ini tetap jadi tontonan yang sangat memuaskan bagi penggemar. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu sudah mengikuti Attack on Titan dari awal. Kalau suka Mugen Train atau film anime emosional seperti Your Name, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan tisu untuk momen akhir yang mengharukan. Hideaki Anno berhasil menutup cerita Evangelion dengan cara yang sangat pribadi dan menyentuh—dan itulah yang membuatnya spesial. Film ini layak dapat tempat spesial di daftar tontonan anime 2025–2026.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *