Review Film The Assassination of Gianni Versace: Perburuan. The Assassination of Gianni Versace: American Crime Story (2018), musim kedua serial antologi FX karya Ryan Murphy, tetap menjadi salah satu drama kriminal paling intens dan banyak dibicarakan hingga awal 2026. Serial sembilan episode ini merekonstruksi pembunuhan desainer mode ikonik Gianni Versace pada 15 Juli 1997 di depan rumahnya di Miami Beach oleh Andrew Cunanan, serta perburuan besar-besaran terhadap pelaku selama delapan hari hingga Cunanan ditemukan tewas bunuh diri di atas kapal rumah. Dengan penampilan luar biasa Édgar Ramírez sebagai Versace, Darren Criss sebagai Cunanan, dan Ricky Martin sebagai Antonio D’Amico, serial ini tidak hanya menceritakan pembunuhan, melainkan obsesi, identitas, dan kegagalan sistem yang memungkinkan Cunanan lolos begitu lama. Hingga Februari 2026, The Assassination of Gianni Versace terus dipuji sebagai salah satu adaptasi true crime terbaik yang menggabungkan glamour dunia mode dengan kegelapan psikopat. REVIEW FILM
Kronologi Pembunuhan dan Perburuan Delapan Hari: Review Film The Assassination of Gianni Versace: Perburuan
Serial ini dimulai dengan momen pembunuhan: Cunanan menembak Versace di tangga rumahnya di Ocean Drive, Miami Beach, pada pagi hari yang cerah. Versace tewas seketika, sementara Cunanan melarikan diri. Delapan hari berikutnya menjadi fokus utama: perburuan nasional terbesar dalam sejarah AS saat itu, dengan ratusan agen FBI, polisi lokal, dan media yang mengejarnya. Cunanan berhasil bersembunyi di Miami meski wajahnya ada di mana-mana di berita—ia tidur di rumah kosong, mencuri mobil, dan bahkan bertemu orang-orang yang tidak mengenalinya meski melihat fotonya di TV.
Serial ini juga mundur ke masa lalu untuk mengungkap psikologi Cunanan: seorang pemuda cerdas, karismatik, tapi sangat manipulatif yang pernah diterima di kalangan elit San Francisco dan New York. Ia membunuh empat orang sebelum Versace—Jeff Trail, David Madson, Lee Miglin, dan William Reese—dalam perjalanan panjangnya ke Miami. Pembunuhan Versace bukan tindakan acak; Cunanan terobsesi dengan dunia kemewahan dan selebritas yang diwakili Versace, dan ia melihat pembunuhan itu sebagai “puncak” dari fantasinya.
Karakter dan Ketegangan Psikologis: Review Film The Assassination of Gianni Versace: Perburuan
Darren Criss memberikan penampilan luar biasa sebagai Andrew Cunanan—seorang pria yang menawan, pintar, tapi sangat berbahaya dan tidak stabil. Ia berhasil menyampaikan pesona yang membuat orang terpesona sekaligus rasa dingin yang membuat bulu kuduk berdiri. Édgar Ramírez sebagai Gianni Versace muncul dalam kilas balik, menggambarkan desainer sebagai sosok karismatik, murah hati, tapi juga rentan karena identitas seksualnya di era 1990-an. Ricky Martin sebagai Antonio D’Amico menambah dimensi emosional sebagai pasangan Versace yang berduka dan berjuang melawan stigma setelah pembunuhan.
Serial ini unggul dalam membangun ketegangan psikologis: tidak ada adegan aksi berlebihan, melainkan dialog tajam, tatapan mata penuh makna, dan rasa paranoia yang terus meningkat. Penonton diajak merasakan ketakutan korban sebelum dibunuh, kegagalan polisi dalam menangkap Cunanan lebih awal, dan trauma keluarga yang ditinggalkan.
Kesimpulan
The Assassination of Gianni Versace adalah serial yang langka: mencekam sekaligus sangat emosional, glamor tapi penuh kegelapan, dan mendalam tanpa terasa bertele-tele. Kekuatan utamanya terletak pada rekonstruksi perburuan delapan hari yang ketat, penampilan luar biasa Darren Criss dan Édgar Ramírez, serta penggambaran tajam tentang obsesi, identitas, dan kegagalan sistem dalam menangkap pembunuh berantai. Serial ini berhasil menjadi tontonan wajib bagi penggemar true crime seperti Mindhunter atau The Assassination of Gianni Versace spin-off, dengan tambahan nuansa psikologis dan sosial yang membuatnya terasa sangat manusiawi. Hingga 2026, The Assassination of Gianni Versace tetap relevan karena menunjukkan bahwa pembunuh paling berbahaya sering kali adalah yang paling pandai menyamar di tengah masyarakat. Jika kamu sedang mencari serial yang membuat bulu kuduk berdiri sekaligus otak bekerja keras, The Assassination of Gianni Versace adalah pilihan tepat. Saksikan atau tonton ulang—karena terkadang pembunuh berantai paling menakutkan adalah yang tampak paling biasa. Sebuah karya yang gelap, cerdas, dan sangat tepat waktu.