Review Film The Kissing Booth 2

Review Film The Kissing Booth 2

Review Film The Kissing Booth 2. Film The Kissing Booth 2 melanjutkan kisah Elle Evans yang kini memasuki tahun terakhir SMA sambil menjalani hubungan jarak jauh dengan Noah Flynn yang sudah kuliah di Harvard. Setelah musim panas penuh romansa di film pertama, Elle harus menghadapi tantangan baru seperti kecemburuan, tekanan aplikasi kuliah, serta pertemanan yang semakin rumit dengan Lee, sahabat sekaligus adik Noah. Cerita ini membawa kembali elemen khas romansa remaja seperti drama cinta segitiga, persahabatan yang diuji, dan momen-momen manis yang penuh kejutan, sambil menambahkan karakter baru yang membuat dinamika semakin hidup. Meski banyak yang menganggap sekuel ini hanya mengulang formula lama, film ini tetap berhasil menarik perhatian penonton muda dengan pendekatan yang lebih matang dalam menangani isu hubungan dan pilihan masa depan, membuatnya menjadi tontonan ringan yang menghibur di tengah rutinitas sehari-hari. ULAS FILM

Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film The Kissing Booth 2

Alur cerita berfokus pada perjuangan Elle mempertahankan hubungan dengan Noah yang kini berada di kampus bergengsi, di mana ia bertemu dengan teman baru bernama Chloe yang tampak terlalu dekat dengannya, memicu kecemburuan besar di pihak Elle. Sementara itu, Elle dan Lee berusaha memenuhi janji lama untuk kuliah di universitas yang sama, tapi Elle diam-diam juga melamar ke Harvard demi Noah, menambah lapisan konflik internal yang cukup menarik. Kemunculan Marco, siswa baru yang karismatik dan ikut serta dalam kompetisi dansa sekolah bersama Elle, membawa elemen godaan baru yang membuat hubungan Elle-Noah semakin goyah, sementara persiapan festival sekolah dan kegiatan kissing booth kembali muncul sebagai latar yang nostalgik. Alur ini berjalan dengan tempo cepat, penuh montase lucu dan momen emosional, meski kadang terasa terlalu padat karena banyak subplot yang saling tumpang tindih, tapi secara keseluruhan tetap mudah diikuti dan memberikan rasa penasaran hingga akhir.

Performa Pemeran dan Karakter: Review Film The Kissing Booth 2

Joey King kembali tampil memukau sebagai Elle dengan ekspresi yang lebih dalam dibanding film sebelumnya, berhasil menyampaikan campuran antara kegembiraan remaja, keraguan, dan ketakutan akan masa depan yang membuat karakternya terasa lebih relatable. Jacob Elordi sebagai Noah menunjukkan perkembangan akting yang signifikan, di mana ia mampu menampilkan sisi rentan di balik citra cool-nya, meski chemistry dengan Joey tetap menjadi daya tarik utama meskipun ada jarak fisik antar karakter. Joel Courtney sebagai Lee memberikan dukungan komedi yang solid, sementara Taylor Zakhar Perez sebagai Marco berhasil mencuri perhatian dengan pesona santai dan chemistry yang kuat bersama Joey, menciptakan ketegangan romansa yang segar. Karakter pendukung seperti Chloe juga ditampilkan dengan cukup baik, tidak sekadar antagonis tapi punya latar yang membuat penonton bisa memahami posisinya, sehingga keseluruhan ensemble terasa lebih seimbang dan hidup dibanding instalasi pertama.

Kelebihan dan Kekurangan Film

Sekuel ini berhasil memperbaiki beberapa kelemahan pendahulunya dengan dialog yang lebih natural, humor yang mengalir, serta pendekatan yang lebih bijak terhadap tema hubungan jarak jauh, kepercayaan diri, dan tekanan pilihan kuliah yang sering dialami remaja. Adegan dansa dan kompetisi sekolah memberikan hiburan visual yang menyenangkan, ditambah momen emosional yang cukup menyentuh ketika Elle menghadapi dilema antara sahabat dan cinta. Namun, film ini masih terjebak dalam klise romansa remaja klasik seperti salah paham yang berlarut-larut, plot twist yang mudah ditebak, serta durasi yang terasa sedikit terlalu panjang karena pengulangan konflik serupa. Beberapa subplot terasa dipaksakan untuk menambah drama, dan endingnya cenderung terburu-buru meski tetap memberikan rasa manis yang diharapkan penggemar genre ini, sehingga kesan keseluruhan adalah film yang menyenangkan tapi tidak terlalu inovatif.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, The Kissing Booth 2 merupakan sekuel yang lebih baik dari film pertamanya dalam hal kedalaman emosi dan performa pemeran, meski tetap setia pada formula romansa remaja yang penuh drama dan kehangatan. Bagi penggemar cerita cinta muda-mudi yang suka tontonan ringan dengan sentuhan realisme tentang tantangan hubungan dan pertemanan, film ini bisa menjadi pilihan pas untuk menghabiskan waktu santai. Meski tidak sempurna dan penuh dengan trope yang sudah familiar, pesan tentang pentingnya komunikasi, kepercayaan, serta mengejar mimpi tanpa kehilangan orang-orang terdekat tetap tersampaikan dengan baik. Jika Anda menikmati bagian pertama, sekuel ini layak ditonton karena memberikan kelanjutan yang menghibur dan sedikit lebih matang, meski bagi penonton yang mencari sesuatu yang lebih segar mungkin akan merasa ini hanyalah pengulangan manis dari cerita sebelumnya.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *