Review Film Den of Thieves. Den of Thieves adalah film aksi kriminal yang dirilis pada 2018, disutradarai oleh Christian Gudegast. Film ini mengikuti pola heist klasik dengan sentuhan intensitas tinggi, menggabungkan elemen cat-and-mouse antara polisi dan penjahat profesional. Cerita berpusat pada Donnie (Pablo Schreiber), pemimpin tim perampok bank elit yang merencanakan pencurian besar, dan Nick Flanagan (Gerard Butler), detektif kasar yang memimpin tim khusus untuk menghentikannya. Dengan pemeran pendukung seperti O’Shea Jackson Jr., Curtis “50 Cent” Jackson, Evan Jones, dan Dawn Olivieri, film ini menawarkan aksi tembak-menembak yang brutal, dialog tajam, dan ketegangan yang terus meningkat. Meski tidak masuk kategori masterpiece, Den of Thieves berhasil jadi hiburan aksi yang solid bagi penggemar genre kriminal yang menyukai pendekatan gritty dan tanpa kompromi. BERITA OLAHRAGA
Plot dan Alur Cerita: Review Film Den of Thieves
Cerita dimulai dengan adegan pembukaan yang langsung mengejutkan: perampokan bank bersenjata di Los Angeles yang berakhir dengan baku tembak besar. Setelah itu, fokus beralih ke Donnie dan timnya yang sedang merencanakan aksi lebih besar—mencuri uang dari Federal Reserve. Di sisi lain, Nick Flanagan dan timnya dari Major Crimes mengetahui adanya ancaman baru dan mulai memburu para perampok. Alur cerita berjalan dengan dua perspektif bergantian: persiapan tim perampok dan penyelidikan polisi. Ada momen lucu saat kedua kelompok saling mengintai, serta ketegangan saat mereka hampir bertabrakan. Bagian tengah film membangun persiapan heist dengan detail, sementara klimaksnya penuh aksi tembak-menembak yang intens. Meski plotnya bisa ditebak di beberapa titik, eksekusi adegan aksi dan pacing yang cepat membuatnya tetap menegangkan. Twist akhirnya cukup memuaskan meski tidak terlalu orisinal, memberikan penutup yang solid untuk cerita tentang dua kelompok yang sama-sama profesional dan berdarah dingin.
Penampilan Pemeran dan Dinamika Karakter: Review Film Den of Thieves
Gerard Butler sebagai Nick Flanagan membawa energi kasar dan karisma yang sudah menjadi ciri khasnya. Karakternya digambarkan sebagai detektif yang hidup di garis abu-abu—menggunakan metode keras dan tidak ragu melanggar aturan demi hasil. Butler berhasil membuat Nick terasa nyata sebagai polisi yang sudah lelah tapi tetap gigih. Pablo Schreiber sebagai Donnie adalah lawan yang setara: tenang, cerdas, dan sangat terorganisir. Chemistry antara kedua aktor ini jadi daya tarik utama—mereka seperti cermin satu sama lain, sama-sama profesional tapi berada di sisi berbeda hukum. O’Shea Jackson Jr. dan 50 Cent memberikan dukungan yang kuat sebagai anggota tim perampok, sementara Curtis “50 Cent” Jackson menambahkan humor kering yang pas. Evan Jones sebagai Bosco dan Dawn Olivieri sebagai pasangan Donnie juga tidak kalah menonjol. Ensemble ini terasa solid dan saling melengkapi, membuat dinamika tim perampok serta tim polisi sama-sama terasa hidup dan meyakinkan.
Kelebihan dan Kekurangan Secara Keseluruhan
Kelebihan terbesar Den of Thieves ada pada adegan aksi yang intens dan realistis. Tembak-menembaknya terasa brutal, dengan suara senjata yang keras dan gerakan kamera yang dinamis. Film ini juga berhasil membangun ketegangan dengan baik selama persiapan heist, membuat penonton terus menebak langkah berikutnya. Kritik sosial ringan terhadap korupsi dan keserakahan di kalangan elite keuangan juga terasa relevan tanpa terlalu memaksa. Namun, kekurangannya adalah durasi yang agak panjang untuk cerita yang sederhana—beberapa bagian terasa bertele-tele, terutama di tengah film. Beberapa dialog klise dan karakter pendukung kurang berkembang. Klimaksnya cukup memuaskan tapi tidak terlalu inovatif. Secara keseluruhan, Den of Thieves adalah film aksi kriminal yang menghibur dengan kekuatan pada eksekusi adegan tembak-menembak dan chemistry pemeran, meski tidak membawa sesuatu yang benar-benar baru dalam genre ini.
Kesimpulan
Den of Thieves adalah film aksi kriminal yang solid dan menghibur, dengan kekuatan utama pada adegan tembak-menembak yang intens, chemistry pemeran yang kuat, dan pacing yang cukup cepat. Meski plotnya sederhana dan bisa ditebak di beberapa bagian, eksekusi aksi serta dinamika antara polisi dan perampok membuatnya tetap menegangkan dari awal hingga akhir. Film ini cocok ditonton bagi penggemar genre heist yang menyukai pendekatan gritty dan tanpa kompromi, serta siapa saja yang ingin hiburan aksi tanpa terlalu rumit. Jika Anda suka film seperti Heat atau The Town dengan sedikit sentuhan modern, Den of Thieves layak diberi kesempatan. Skor akhirnya cukup layak sebagai tontonan akhir pekan yang penuh adrenalin—tidak luar biasa, tapi pasti bisa membuat penonton terpaku di layar.